Oh no, I said too much, haven't said enough

acepbaduy

 

 

  • mandor tempe: masalahnya ya itu, apakah kita sedang di genosida bangsa sendiri ?
  • acepbaduy: @ All: Maabs semuahnyah, sayah baru ol lagih. Terimaksih yak :D
  • iLLa: sama.. sama.. sama.. ni orang kemana yak? ngilang getu. etapi ada namanya di list peserta Amprokan tuh, see ya...
  • quinie: owww.. gua jadi inget pelajaran matematika. itu namanya persekutuan/daerah irisan, lambangnya hurup U...
  • quinie: dari dulu emang rssnya bermasalah..gua juga ga ngerti kenapa

     

Pelajaran Dari Pram

Udah lama nggak ada kegiatan pencatatan disini -mungkin gara-gara, akhir-akhir ini, nggak banyak yang akan di catatkannya juga. Mungkin ada, tapi catatannya lebih masalah personal, dan gak berani mencatatkannya. Mungkin terlalu banyak mencatatkannya disini “tumblr.acepbaduy.net“, yang gak usah mencatat panjang-panjang, kalo hanya untuk mengeluarkan isi hati mah-. Untungnya blog ini pun masih menyala, mengingat ternyata : Tidak ada kegiatan mencatat di blog itu selalu berbanding lurus dengan tidak ada kegiatan membayar biaya hosting juga. Hahai ^_^

Dan sekarang sedang berada di ujung ‘Jalan Raya Pos, Jalan Daendels‘-nya Pramoedya Ananta Toer. Jalannya nggak sepanjang cerita ‘Bumi Manusia’ memang, atau ‘Anak Semua Bangsa’, atau ‘Jejak Langkah’. Tapi Pram adalah Pram, nggak salah dan gak pernah salah kalo di backcover-nya tertulis: Sumbangan Indonesia untuk dunia.

Dan emang, no offense, of my two cents (or less heuheuheu), kayaknya salah satu sumbangan bangsa kita kepada dunia adalah seorang Pramoedya Ananta Toer.

Anyhow, dari ‘Jalan Raya Pos’ -yang membentang sepanjang utara pulau Jawa, Anyer-Panarukan, sepanjang 1000 km?-, akhirnya bisa memaknai bahwa kita, bangsa kita, Indonesia, dari dulu, sering, terlalu sering malah, mengirimkan berita-berita buruk kapada dunia.

Seperti katanya Pram juga: Ada genosida pada ribuan orang-orang pribumi, 12.000 orang pribumi dalam setahun kalo gak salah baca. Hanya untuk sebuah ‘Jalan Daendels’, hanya karena Daendels bete gara-gara Anyer-Batavia di tempuhnya dalam 4 hari, atau setidaknya, gara-gara itulah Daendels bercita-cita bikin rute sepanjang itu dengan bantuan tangan-tangan orang pribumi, orang-orang kita. Dan orang-orang kita-dulu di genosida lewat sistem cultuurstelsel untuk biaya-i semuanya.

Belum genosida-nya Jan Pieterz Coen? Westerling juga? Para Nippon? Yang melunaskan nyawa orang-orang pribumi? Yang semua sukses mengurangi populasi penduduk Indonesia, 10 kali lipat lebih sukses dari program ‘Keluarga Berencana’ yang udah di canangkan sejak dari masa pemerintahan orde baru. Tapi malah perkembangbiakan-nya semakin tak tertanggungkan sampai sekarang?

Damn it
Damn it
Damn it

Terlalu pake hati mungkin bacanya. Karena katanya temen: Itukan dulu, lain dulu-lain sekarang. Itu adalah sejarah, walaupun emang pahit tapi itu teuteup sejarah. Toh, jalannya sekarang masih ada dan kita semua memakainya, iya kan?

Hokeh, iyah, tapi masalahnya. Sejarah dunia juga akan mencatat bahwa: Ada bangsa, dimana bangsa itu berjalan di jalan yang di bawahnya tertimbun ribuan leluhurnya, dan mereka tetap bangga berjalan di atas-nya, seolah-seolah mereka sendirilah yang membuatnya.

Atau mungkin, bener katanya seorang temen yang lain: Bangsa kita terlalu lama ngeliatin pantat bangsa dunia Ke I. Jadi prestasinya cuma bisa menghasilkan generasi tua yang korup, dan generasi muda yang mabok?

Yang tua-nya gak mau ngalah dan sulit mendengar.
Yang muda-nya teriak-teriak keadilan sambil ngerusak.

Funny?

Sementara itu, dunia menonton kita, dan bertaruh. “I bet you, 1 to 3, Rambo’s is still the special ones we made!”

Funniest?

Ah ya sudahlah. Udah temperamen nulisnya, nggak akan pernah habis ngomongin semuanya. Btw, pas liat cerita-cerita, berita-berita, kejadian-kejadian, di tv akhir-akhir ini. Mungkin nggak, kalo kita sekarang sedang di genosida sama bangsa kita sendiri?
jalan_raya_pos_b

World

Why meh?

“DEAR WORLD. I’M RIGHT HERE. WHY YOU CAN’T SEE ME?”

rgds

-duy-

Membungkus Hari

Hadoh, nggak sadar sebulan udah kelewat. Mulai dari tahun baru, dan dari situ waktunya di habiskan buat ngobrol-ngobrol, bahas ini-itu, bahas kanan-kiri. Atau lebih kali ya? Kalo itungannya dari sebelum tahun baru, dengan aktivitas sms-sms-an nya? Mmmmmhhhh, waktu itu bisa menghilang ternyata. Serasa meloncat dari tanggal 1 langsung ke tanggal 31. Sadar-sadar udah ada di akhir bulan, pas terbangun di minggu pagi dengan sesak nafas, liat dompet yang nyaris nggak berisi. Pfiuuuhhhhhhh

Well ya, ini mungkin sekedar refleksi aja, mencoba membungkus semuanya (obrolan-obrolannya, kejadian-kejadiannya, pengalaman-pengalamannya, pelajaran-pelajarannya), biar nggak terserak dimana-mana. Walaupun iya, sambil nggak bisa berhenti menggigil menuliskannya juga.

1. Mungkin bener, kalo hidup itu memang berputar. Nggak hanya berputar kayak roda, tapi berputar melingkar membentuk lingkaran. Dimana pada saat-saat tertentu, kita akan kembali lagi di titik ketika kita memulainya dulu. Dengan kondisi yang beda, tapi hati yang sama.

Semacam circle of life kah? Iya bener, circle of life! You wanna know why I know Im cool. Coz I know circle of life Hahai….

2. Mungkin bener juga. Kalo kita hidup di pertemukan, hidup dipisahkan, lalu di pertemukan lagi pada satu titik yang sama atau….males sebenernya buat menuliskan ini, kesannya gimanaaaa gituh, satu garis benang merah?. Sadar-nggak sadar, mau-nggak mau, adalah atas pilihan-pilihan kita di masa lalu. Mencakup pilihan benar atau salah di dalamnya.

3. Katakanlah. Ibarat kata yang ketiga ini disebut katalis dari point 1 dan 2. Mungkin bener juga apa katanya si Bapak ini : “Laki-laki dan perempuanlah yang menciptakan sejarah, Tuhan tidak menciptakan sejarah. Sejarah adalah milik kita, laki-laki dan perempuan.”

4. Terakhir yang paling dasar, tapi kita sering melupakannya. Hidup itu di bagi dua. Ada sunset ada sunrise, ada baik ada buruk, ada benar ada salah. Hanya saja, kadang manusia suka nggak adil sama dirinya sendiri, hanya karena manusia selalu ingin terlihat di mata manusia yang lainnya, satu sisi saja. Sisi baiknya saja agar tampak sempurna di mata dunia.

Dan catatan lain, out of the blue sebenernya, buat catatan kaki sendiri aja. Dalam derajat tertentu, seorang laki-laki itu bisa menjadi sangat norak dan jayus (Hokeh, dari dulu gua emang norak dan …. Emang jayus juga, tapi ini? Doh, suka pengen melubangi tanah buat menyembunyikan muka dari dunia, kayak burung unta kalo inget), di saat berdiri tepat berada di depan mimpinya dulu.

Gods, my Alloh who creates heaven and earth, ini mah katanya si Ririn, beneran bukan kata sayah, katanya “Gods is a big joker, but nobody dares to laught” Waktu itu, waktu di putusin sama pacarnya dulu. Dan kalo ini candaanMu yang lain lagi buat sayah. I just wanna know what the jokes everything is, and give me one reason, for me to being a comedian who make everything all make sense. A wanna be a comedian who can sees the string.

I Miss You Is Not Enough

To_Me_You_Are_Perfect

Nong…

Ahem-ahem-ahem. To me, you are perfet. You are so cute. Just missed you is not enough. ^_^