Bis Sejarah
Ungkapan Octavio Paz yang bunyinya ; Sejarah adalah sesuatu yang hidup, dan kita adalah sesuatu yang lain.Itu ternayata dapat dimaknai, atau baru dapat dimaknai, atau baru dapat di-arti-i pas ada didalam sebuah angkutan umum, yang baru di miliki kota Bandung. Bus Trans Metro Bandung (TMB) yang baru jalan sekitaran -/+ 1 bulanan ini.
Walaupun disisi lain, harapan akan TMB yang seperti Busway-nya Jakarta harus meleleh seiring dengan melihat bis-nya yang segede upil, nggak (ato belum kali yak ? ) punya jalur sendiri, masih paket tiket manual. Tapi setidaknya ada angkutan umum yang berwujud bis dimana kalo baca-baca didalamnya, kita nggak akan merasa cemas dengan isi belakang saku kan ?. Huh,kirain bakal gimanaaaaa gituh si-TMB teh…..
Sejarah ‘hidup’ itu ada pas melihat sesosok anak sma, ceking, nyeklek-nyeklek tas di pundak, kerah seragamnya yang tercabik-cabik ( hehehehe), sepatu bagian belakang yang dilipat, celananya yang menyapu bumi. Berdiri mengalah – gelantungan hanya untuk 2 orang Subadra muda dan Arjuna muda yang pengen duduk di kursinya.Oh my… Oh my… OH MY GODSSS THATS MEEEE !!!???.
( Menahan napas )
( Urut – urut dada )
Dalam Hati. Seperti itulah bentuk gua dulu, 12 tahun yang lalu, tahun pertama ada di kota ini.
16-15 tahun sendiri di kota besar mungkin bukan sesuatu yang aneh. Tapi, di umur segitu, di kota besar, mengenyampingkan keinginan hati untuk date-date iseng bareng para Subadra muda, hanya karena alasan ; Boro – boro duit buat ngedate ke sekolah ajah naek damri ?.
Sementara itu, anak-anak mampu-kota berseliweran-berpasangan, klimis-klimis, cakep-cakep, Dan dandanan muka yang sepertinya sekolahan mereka mah punya ekstrakulikuler ; Puspita Ayu Martha Tillaar kali yak ?
Ah hidup…
Dapet kursi di belakang-ujung kanan paling pojok.Membaca print-nan suratnya Ivan Vanka Zhukov untuk kakeknya, Konstantin Makarych.
” Dear Grandpapa, Im write you a letter, I wish you happy and all God’s holy best. I have no mamma no papa, you’re all I have. ” Pisuhan-pisuhan nya ; ” …Grandpapa, I wanted run to our village but I have no boots, and I affraid of the frost, dan seterusnya, dan seterusnya, dan seterusnya “. Vanka. Anton Pavlovich Chekhov
Selain bisa melihat sejarah yang ‘hidup’ di depan mata. Juga bisa dijadikan alasan kenapa kepalanya bisa mengingat detil-detil kejadian di tahun pertama ada disini,di kota ini.Homesick,sakit rumah atau rumah sakit atau whateverlah namanya itu.
Sekolah, dikelas. Nulis – nulis pelajran biologi tentang susunan usus 12 jari, sementara satu jari usus dari 12 jari yang ada itu misuh – misuh ” Ntar sore makannya jangan sama mie lagi ya ! Pliss ! Pliss ! Pliss ! ” Atau Mencatat.Hukumnya orang prancis, Antoine Lavoiser. Atau hukumnya orang Inggris, Prescott Joule. Sementara otaknya udah terisi penuh dengan hukumnya orang Garut.Jajang M ( sampe sekarang nggak tahu kepanjangan ‘M’ itu apah ). ” Sabtu ini nggak bayar,jangan harap minggu depan ada dadar telor !”.
Tugas-tugas, laporan-laporan : Kimia Industri, Tehnik Kimia, Mikrobiologi, Analisa kualitatif, kuantatif, Dyeing stuff etc etc etc ? Hey, hey, hey, ada apa ini dengan kebebasan anak berusia 16 tahun yang seharusnya ke bioskop ? Kalo dipikir – pikir, masih untung pas kelulusan matanya nggak juling juga.
Di kos-kosan. No extra bucks, no foods, kasur yang levelnya udah selevel sama lantai.Dan kata – kata almarhum Abah ( Semoga Alloh menempatkannya di tempat yang terbaik ) kepada Ibu kost yang masih terngiang ” Ibu boleh menampar cucu sayah kalo dia macem- macem ! ”
(Dalam hati, waktu itu ” Bagus, bagus, bagus, jauh-jauh dateng dari kampung ke kota buat di pukulin ema-nya orang ? ” Beruntungnyah akuh inih)
Dengan semua – semua itu. Andai saja, andai sajah waktu itu Abah ( dan rahmat Alloh selalu menyertainya ) sebelum pulang nggak membisikkan sesuatu. Yang intinya tentang menjadi lelaki dan yang satunya lagi tentang ada sebagian lelaki yang hati-nya berbentuk tempe.Nggak bakalan deh sampe hari ini ada disini,dikota ini.
Dan sekarang, melihat lagi kebelakang.Tahu udah melewati fase-fase itu,rasanya gimanaaaa gitu.Belum menjadi orang sukses , nggak menjadi orang kaya juga.Tapi teuteup bangga, setidaknya udah mencoba agar hatinya tidak me-nempe ( hehehehehehe), setidaknya petualangannya gak satu warna, ada banyak warna. Setidaknya, setidaknya….
To Abah : I miss you pa…




24 Comments