Blogs. { archives / bookshelf / links }

Doa Menulis.Menulis Doa

Dulu,disekitaran awal 2006 sampai 2007-an lah ( duh gua beneran lupa tahunnya ) seorang temen pernah ngirimin satu artikel ke imel,dan isinya,untungnya (sebagian) udah di copypaste ke notepad sebagai catatan kalo-kalo suatu saat nanti di butuhkan.

File notepadnya masih ada,walaupun ternyata isinya hanya quotes pertamanya aja,WEW? Artikel penuhnya hilang bersamaan dengan gua lupa lagi tu katakunci imel apaan ya ?

Dari file notepad itu : “….Ini bukanlah sekedar membuat novel seribu halaman,membuat puisi atau membuat artikel atau membuat esai seribu biji.Tetapi,tentulah,hendaknya,harus dibarengi dengan semangat membuat karya yang bernilai seribu tahun…”

_____

(notes : Kalo ada yang tahu judul artikel ini apa,penulisnya siapa,tolong kasih tahu,dan tolong bantu benerin ya.Would you ? Would you do thats if I say please ? Karena di notepad gua lupa nyantumin sapa yang nulis dan judulnya apa…- kalo gak salah mah kritik-kritikan kepada penulis-penulis ( dadakan ) muda gitu ? Ah,udah beneran berkarat kayaknya gua deh *_+ – )
_____

Sementara itu,tinjauan dan esai art-cultures di karbonjournal.org boleh dibilang nampar banget.Dan mungkin tulisan-tulisan kayak gini nih yang di sebut ‘karya bernilai seribu tahun’ itu,kalopun predikat itu terlalu berlebihan.Setidaknya,para penulis disana nggak hanya ngomong “Yang ini nih bagus!” dan yang itu “Kelaut aje!”

Mereka pake data Faktual ditambah data dari yang masuk kemata dari lingkungan sekitarnya dan menuliskannya dengan pure secara deskriftif.” Ya Alloh,bolehlah pengiriman jodohku Engkau undur sampe tahun depan,tapi tolong ya Alloh,tahun ini aku pengen bisa nulis kayak mereka-mereka ituh ! Ya,kalo boleh minta sih,kalo boleh nawar.Tahun ini juga bolehlah dikirimin sinyal sapa gitu yang cocoknyah,dan tahun depan langsung uhuy-uhuy gitu dech,biar nggak terlalu nol-lah kehidupan cintanyah.HAHAI”

( gubrag )
( gubrag )
( gubrag )

Aduh mulai ngaco dech…ngaco ya ? Lanjut deh.

Seperti pada judul : Antara Banal,binal,dan ‘ndeso’ : Eksotisme Yogyakarta dalam film Indonesia.Tulisan nya Grace Samboh.

Ini penggalan dari salah satu paragraph awalnya ,bahasan tentang Film Mengejar Mas-Mas ( Rudi Soedjarwo,2006)

Untuk lanskap kota, lihat Mengejar Mas-mas (Rudi Soedjarwo, 2006) yang menampilkan Yogyakarta sebatas Pasar Kembang, Malioboro, Tugu, dan Wijilan (Gambar 1). Dalam film ini, lokasi-lokasi tersebut tampil mengikuti kisah Shanaz (Poppy Sofia) yang sampai di Stasiun Tugu tanpa membawa uang. Bagi saya, ganjil rasanya melihat Parno (Dwi Sasono), seorang pengamen dan penduduk kota asli yang berkenalan dengan Shanaz dan akhirnya membawanya makan gudeg di Wijilan. Di sana, seorang seniman jalanan menggambar karikatur wajah Shanaz (Gambar 2). Walau akhirnya mereka menghabiskan hari di desa bersawah luas dan berpemandangan indah (Gambar 3)—yang bagi saya adalah salah satu bentuk eksotisisme—aktivitas mereka sebelumnya memerlukan biaya tinggi apabila diukur dengan standar Yogyakarta. Apalagi mengingat Parno hanyalah seorang pengamen dan, saya ulangi, Shanaz tidak membawa uang samasekali.

Ini tautan terkaitnya : http://www.karbonjournal.org/id/essay/detail.php?ID_essay=6

Kebayangkan,bagaimana otak mereka bekerja ? Memperhatikan setiap detail film sekaligus memperhatikan juga setiap liku dari lingkungan mereka yang di filmkan ? Ema-nya telah sukses ngasih makan dan memberikan nutrisi ke otak yang lebih dari cukup buat orang-orang ini kayaknya

Okelah untuk pilihan menulis di sebuah media blog ,serius atau hanya bergenre hahahihi.Tapi kan tetep ajah dapet mikir.Iya kan ?

Kecuali untuk blog gua ini deh kayaknya ( infact gua nggak pernah mikir kalo lagi ngepost ).Blum bisa di bilang sebagai karya,jauuuhhhh banget dan terlalu berat ke-gua-nya untuk memikul apa yang namanya si Karya ini.

( Sanggupan nge-gendong si Karya om-nya si Dedi tetangga sebelah,heuheuheu ) ( Ok,thats my another absurds joke, I knew it -_- )

Dalam memposting apapun,gua udah kayak Homer Simpson ajah sepertinya.Pas di komputer ada tulisan “Press any key button to continue ” Gua malah nanya “HEYY !!! Where is the any key button ?” .Singkatnya,nggak tahu mau dibawa kemana jari yang udah ada di keyboard ini,HAIAAAHHHH !!!.

Kapan bisa nulis benernya yak,kalo gini terus ? Sebuah karya ? Sebuah karya bernilai seribu tahun ?

“Pfiuuuhhhhh……”

“Ya Alloh,aku serius tentang doa-doa ku yang diatas itu”

” Yang tentang menulis dengan baik itu ?”

Mmmmmmhhhhh

“Dan yang tentang pasangan juga ” :D

Mengalir Sampai Gutenberg

Kira – kira, -/+ ( kalo nggak salah berhitung ) udah sekitar 6 bulanan lebih nggak pernah maen-maen ke Gutenberg.Dan jangankan maen ketempatnya,sekedar untuk nengokin rrs feed-nya di imelpun bisa di bilang udah nggak pernah lagi.

Malam kemarin,setelah beres ber-silaturahmi di facebook dengan beberapa temen yang kebetulan lagi online juga.Akhirnya menyempatkan diri untuk sekedar menjejakkan kaki disana lagi “Wuhuuu!…Wuhuuu! Your dates is cominnnnn’…. ” .

Setelah sampai,niatan pertama adalah mau nyari sebuah manuskrip tentang kisah kegelapan yang udah terlanjur di tonton ( lagi dan lagi ) filmnya.Tapi nggak pernah ngikutin jalan ceritanya sampai akhir karena selalu ketiduran,atau udah keburu bosen duluan.Dracula’s by Bram Stoker.

Nggak tahu salah jari meng-klik atau mata yang salah memandang link shortcut.Setelah di unduh dan di buka filenya.Ternyata bukan Bram Stoker dengan Dracula-nya yang terbuka.tapi sebuah kamus yang berjudul “The Devil’s Dictionary” hasil buah tangan Ambrose Bierce.

KOK BISAAAHHH ??? Dan…Sapapula itu Ambrose Bierce ?

Lalu baca author prefaced-nya yang berbunyi : The Devil’s Dictionary was begun in a weekly paper in 1881, and was continued in a desultory way at long intervals until 1906….etc etc etc.

Wow 1886 sampe 1906 di koran Mingguan ? Mmmmhhhh,kayaknya menarik ? Oke,baca dolo !

Dan iya bener,setelah di baca sekilas.Di kamus ini ada beberapa kosakata yang kayaknya ngak bakalan ada di kamus standar lain,semacam ‘cynic word’ dan emang ‘cynic words’.Lengkap dengan sebait-dua bait poems,atau percakapan yang mungkin ditulis untuk menjelaskan : “Kenapa satu kata ini bisa di artikan seperti ini”.

Beneran ya,dan ini boleh dicatat sebagai pesan moral : Kalo situs bagus,dan volunteer yang ngisinya bekerja dengan hati.Dengan salah pencet pun, kita masih di suguhi konten yang bagus.

Kapan kita punya yang kayak ‘ginian’ ? Secara,buat orang-orang yang english vocab-nya masih on blepotan levels,dan ada aku diantara orang-orang itu -_- .Kayaknya akan susah untuk meng-arti-i setiap makna yang tersirat dari suatu bacaan bagus yang belum terjemahkan oleh penerjemah yang nampol banget di bidangnya.

Mmmmhhhh…..???

Balik lagi ke Gutenberg.Setelah itu,tadinya hanya berniat maen lempar-lemparan,antara berharap dan tidak berharap, moga-moga dapet satuuuu ajah cerpen karyanya Anton Checkov yang udah di terjemahin ke bahasa inggris (dengan alasan : Kalo bahasa inggris kita blepotan,jangan pernah berharap akan mengerti satu patah katapun dalam bahasa Rusia ).

Gutenberg memberikan satu links lagi,trus di unduh lagi .Dan…dan…dan…Pas dibuka filenya…..

Wow…WOW…WOOWWWW !!!

Ini mah bukan cerpen atuh.Tapi,ANTOLOGI CERPEN ! dari beberapa penulis besar Rusia pula.

HORE ! HORE ! HOREEEEEEEEEYYYYY !

Bayangkan ! Anton Checkov menyumbangkan tiga cerpen-nya ( TIGAAA!!! Ada Vanka,The Bet, sama The Darling.Padahalkan mintanya cuma satu ? ).Trus ada Alexander Pushkin dengan The Queen Of Spades-nya,ada Korolenko,ada Andreyev,ada M Gorky dan lain-lain yang kurang lebih ada sekitar 11 penulis lah.

Yang paling canggih,ada the greatest Leo Tolstoy dengan Gods Sees The Truth,But Wait.Yang pernah baca versi terjemahan Indonesia-nya, hasil karya-terjemahan sang legenda,sang master.Koesalah Soebagyo Toer

Whuiihhh,kayaknya,bau-baunya,minggu ini bakal ada yang menge-lem-i pantatnya sendiri di kursi depan komputernya.heuheuheu

Lalu bagaimana dengan Bram Stoker ? Lalu bagaimana dengan Count Dracula ? Mmmmhhhhh….

Dan bagaimana dengan Tears In Heaven : From Beirut to Jerussalem yang baru sampe halaman 141 ? Whuaaaaahhhhh,beneran ini mah pantat bakal makin tampak nggak ‘adaan’ ajah ……

Lebaran In 10 Minutes

Pagi hari – sehabis Ied.Ditengah tenda-tenda pengungsian,diantara rumah-rumah yang sebagian masih ber-atapkan terpal dari departemen sosial dan sebagian lagi bertuliskan nama dari institusi lain.Ternyata, masih ada anak-anak berlari riang ditemani Ibu Bapak-nya yang berdiri didepan ditenda dengan sidik muka (sedikit,atau mungkin dipaksakan) senyum, menunggu kunjungan silaturahmi dari tetangga lain.

“Disini dengan segala keterbatasannya,dengan segala kekurangannya.Semua orang berusaha sekuat tenaga memaknai arti 1 syawal yang sebenernya”.Dan ‘kalian’ masih nyanyi-nyanyi,show off bahwa 1 syawal tidak lebih dari hanya sebuah fashion dan lifestyle ?

Menjelang siang,pas udah mengunjungi almarhum Abah di tempat peristirahatannya.Be loved Ema,pengen warung dan kios 2Tak-nya dibuka sajah.katanya : orang-orang sekarang lagi pada butuh bensin buat kunjungan-kunjungan ke sodaranya dan kita juga butuh duit.

Simbiosis Mutualisme yang mengagumkan ? For me ? Nggak sama sekali,I’ll be weak on my knees,and got over tergopoh-gopoh dalam hitungan volume 15 pembeli pertama.Yaiksss !!!

Nafasnya udah tersengal-sengal pas datang seorang penunggang ‘bebek’ yang bikin hatinya jatuh bangun,tertatih-tatih pengen keluar dari balik baju koko sambil teriak-teriak “Ih cakep ! Ih cakep ! Ih cakep!”.

But then,on to my though…my confidante…my carnivorous instinct (+_+),or whatever want you to call it.Akhirnya bisa mengendalikan diri heuheuheu.Nyontek gak tanggung – tanggung iklan pasti pas-nya Pertamina ( Ituloh yang ada si-mas sama si-mba Pertamina berbarengan ngomong.”Pertamina,Pasti pas!” )

“Pas ya neng, 2 liter ” which is which she replied ” Iya A , Pas bangeds…hihihihi ” Lengkap dengan senyumannya yang semanis Aren Jawa.Udah gitu,setelah dan setelah,sambil berlalu,sambil curi-curi pandang dan tanpa sengaja bertatap muka,she’s smiles on me again.Dan kali ini senyumannya…Mmmhhhh senyumannya…..Semanis madu.Uhuy-uhuy,hohohoho.

Ada catatan kaki untuk ini,dan kayaknya harus ditulis disini dan di bold juga:

Pertama : Ini mungkin,boleh di bilang satu kemajuan.Walaupun kayaknya masih terlalu dini buat dibilang kemajuan.Tapi setidaknya,untuk seseorang yang konon katanya level chemistry (antara sesama berbeda jenis ) – nya hampir ada di -23 di bawah derajat celcius.Maka bolehlah,ini disebut kemajuan kan ? HEY HEY HEY She smiled on me ! Memperlihatkan sebagian giginya dengan tulus,menimbulkan efek cahaya “TING” langsung ke arah pupil.HAHAHA

Yang kedua : Alloh sayang sama umat-Nya,terutama sama umat-Nya yang sayang dan menuruti apa kata Ema-nya.^_^

Dan Malamnya.Udah nggak pengen ngapa-ngapain lagi.Dengan semua – semua ini,dengan berada di tengah-tengah ini,dengan Ema,Ibu,Ade-ade,ponakan-ponakan,bbi-bibi,paman-paman,dengan sayur cabe yang cabe-nya segede-gede gaban ? kayaknya nggak pengen ada di tempat lain lagi,disini ajah udah cukup.

Tamat.

(Sambil liat jam)( Whuaaahhh,waktu postingnya makan waktu 11.26 meniiitttt.Yah judul tinggal judul deh.Gpp lah.Btw,maaf lahir bathin semuanyah…)

Sengak

Gak sabar menunggu pulang mudik besok.Gak bisa tidur,ke warnet.Trus browsing-browsing nemuin ini :

How is education supposed make me feel smarter ? Besides,everytime I learn something new ,it pushes some old stuff out of my brain.Remember when I took home winemaking course,and I forgot to drive….?

(Dalam hati : Pantesan kayaknya minggu ini jadi agak-agak pelupa,gara-gara (dipaksa) belajar lipat-lipat kertas aneh sama si ‘ituh’ kali ya ? )

( Tapi masa sih ? )

I ( almost ) Got The Blues

Used to be easy to give my heart away.But I found out that hard way there’s a price you have to pay…
I found that love was more just than a game.You’re in playin to win ,but you lose just the same
-Garry moore.Still Got The Blues-

Lagi seneng nge-replay mode lagu ini di Mp3.Yang sumpah deh,sensasi solo melodicnya yang sebelum sampe ke lirik “I Still Got the Blues For You”-nya itu.Bikin bulu-bulu kuduknya berdiri serentak kayak udah diambang meloncat.Malahan,pada derajat tertentu,pas didukung suasana yang melow,bisa bikin hatinya tersayat-sayat seketika.”Beneran loh tersayat-sayat”

Padahal kalo mau dipikir-pikir,petikan jarinya Moore masih kalah melankolis bila dibandingkan dengan ‘For The Love Of God’-nya Steve Vai.Masih kalah cepet melodi-nya jika dibandingkan sama Yngwie Johan Malmsteen ataupun sama Joe Satriani ( – This guy, you know,Satriani? What a briliant guitar hero I’ve ever seen.And Fucked off coldplay! Dasar Plagiat HUH! ).Bahkan,enggak bisa disebut mepet intensitas power-nya ke sang juara di kelasnya.Slash Ex-Gnr ( dia sekarang di Velvet Revolver ya ? atau masih di Slash and Snakepit? atau udah pindah lagi ? )

Sempet sih barusan,sambil menuliskan ini,penasaran pengen liat performance live-nya.Jadinya bermultitask membuka YouTube.http://www.youtube.com/watch?v=4O_YMLDvvnw

Dan…..

WOWWWWWWW.OLD BUDDIES YOU’REEEE HOOOOOOTTTTTSSSSSSSSS

(Gigit jari terkesima)(Ya Tuhan kapan akuh bisa maenin gitar kayak gitu ?Pegang gitar ajah seminggu sekali di nada G-F-G-F ajah itu juga.Huks..huks..huks )

***

Anyway,tadi sempet buka bareng sama temen-temen se-satu divisi.Seru ada game-game-an nya.Nggak di rencanakan sih sebenernya,cuma nunggu waktu pulang ajah setelah berbuka (or emang udah di rencana-in ya ?).Secara,jam-jam segitu bandung macetnya sampe meluber-luber ke trotoar.

Gamenya juga simpel,kita cuma di kasih kertas dan harus ngisi unek-unek kali ya? atau plus-minus nya dari temen kerja kita selama setahunan ini.Orangnya gimana,nyebelin atau nggak,kurangnya dimana ?.Etc..etc..etc lah

Singkat cerita.Sampe deh nama Acep di perdengarkan : Kurangnya apa,lebihnya apa.Hasilnya lumayan : Untuk positifnya bisa dikatakan ada walaupun nggak banyak ( anyway guy,tadi yang nulis salah satu sisi positif Acep adalah ganteng sapa ya ? Jangan-jangan si….ah sudahlah sudahlah.Heuheuheu,gpplah daripada gak ada sama sekali yang nyebut ganteng.Hohohohoho).

Yang bikin kepalanya terbentur dan hatinya menganga adalah pas di sebutin sisi negatifnya.Dan yang paling bikin mantabs semuanya membentuk koor yang mengatakan bahwa ……. “Anda tidak bergairah” “Anda Tidak Semangat” dan “Anda tidak terurus”

Singkatnya.You don’t have the blues like you’ve ever was-lah

Heuheuheu…Blom tahu ajah kalian,sekarang ini mulai nata-nata lagi.But thanks guy.Ternyata kalian pada memperhatikan toh ? I will got my blues again.Percaya deh

Jadi haru biru deh hatinya :D

← Before After →