Oh no, I said too much, haven't said enough

acepbaduy

 

 

  • mandor tempe: masalahnya ya itu, apakah kita sedang di genosida bangsa sendiri ?
  • acepbaduy: @ All: Maabs semuahnyah, sayah baru ol lagih. Terimaksih yak :D
  • iLLa: sama.. sama.. sama.. ni orang kemana yak? ngilang getu. etapi ada namanya di list peserta Amprokan tuh, see ya...
  • quinie: owww.. gua jadi inget pelajaran matematika. itu namanya persekutuan/daerah irisan, lambangnya hurup U...
  • quinie: dari dulu emang rssnya bermasalah..gua juga ga ngerti kenapa

     

Hasrat

Hari apa ya itu, yang pulang kerja ujan-ujanan terus langsung mandi. Dan udahnya badan kerasa oleng-oleng dan kepala yang serasa tambah berat, serasa pengen sembunyi dari hingar-bingarnya dunia, trus krukupan dibawah bantal dengan gaya yang dibikin se-kontemporer mungkin. Macam burung Unta?

Hari Kamis kayaknya. Atau hari Rabu gitu ya? Pokoknya ada di minggu-minggu kemarin lah.

Dan pada saat-saat itu…..

Kok hasrat-hasrat berpetualang muncul lagi dengan kenceng ya?, pengen pergi ketempat yang tinggi, yang rimbun, bau pohonnya masih kuat, bau tanahnya gak tercampur aspal, tempat-tempat yang belum tersentuh modernitas. Untuk hape bolehlah ada, buat jaga-jaga ngirim signal ‘SOS’ kalo-kalo tersesat. Yang bisa pake satelit malahan,bisa pinjeum dulu dari si Ardi.

Trus ngelist. Cereme, Papandayan, Cikuray walaupun udah pernah kesana, nggak ada ruginya kalo kesana lagi pas tahun baru. Dan yang lain-lainnya, Rinjani misalnya. Mahameru, oh I wish I wish I wish. Atau backpacking mulai dari Kerinci nembus ke Singgalang terus ke Leuser ( atau lesur katanya si Ardi) di Aceh, dan berakhir di puncak Jaya. Uh, uh,uh bakalan jadi cerita hebat buat anak cucu sepertinya. Menancapkan bendera ‘acepbaduy was here’ di tiap tempat yang di singgahi, mengabadikan gambarnya dan di tempelin di dinding rumah. Arggghhhhh.

“Liat kawan-kawan Bapakku/Kakekku adalah seorang avonturis”, pasti kelak mereka bakal ngomong gitu deh.

Dan apakah semua-semua itu bakal kesampean? Duh, masih jauh kayaknya, tapi umurnya kan masih 26 (Oke, beberapa hari lagi mau 27. Tapi sekarang kan masih 26, setidaknya pas menuliskan ini. Ya kan ?). Dan kalo liat para backpacker lainnya, yang baru bisa berpetualang setelah usianya, atau mapannya di usia 35 keatas. Kayaknya bukan sesuatu yang gak mungkin ya?

Mmmmhhhh, okelah coba dulu, ya walaupun kalo liat keadaan sekarang ini. Boro-boro buat bepergian ke tempat-tempat itu. Selamet sampe akhir bulan ajah udah bersyukur banget. Senang sangat tak terperikan, bagai ayam bertelur di padi, kalo kata si…(Hah, orang ini) Ardi juga *(

Trus inget sama acara jejak petualang yang masih sama Riyani Djangkaru itu, I luv Riyani, itemnya ituloh, sangat exotis. Pas di episode dimana itu lupa lagi, yang si Riyani-nya makan ulat kayu gitu….???

Ah. Pokoknya Riyani-nya makan ulat ajah titik

Oke jadi harus bawa makanan yang banyak banget, snack-snacknya, bahan-bahan mentahnya, alat-alat adventure-nya? Ah ini juga harus disiapkan. Jangan sampe mesti kejadian makan ulet juga

Dan heuheuheuheu, nggak tahu ini mimpi atau cita-cita yang silliest dari yang ter-silliest. Tiba-tiba kepikiran buat punya istri yang item-eksotis kayak Riyani Djangkaru gitu.

Kenapa? Karena kalo ntar di rumahnya gak ada nasi bisa makan ulet ajah! Mwahahaha

Kumat deh *(, sekarang kan bukan waktunya jadi miying-miying lagi? (GASP)

Hups. Hups. Hups. Semangat-semangat. Doain yak!

Inikan Cuma Masalah Buntut Ya?

Capek, eneg, kesel, matanya sampe bernanar tiap pijit remote yang ada cuma buaya dan cicak. Sampe-sampe gua mulai gak percaya lagi kalo cicak sama buaya itu ada.

Hey, hey ada apa ini dengan media hiburan murah Indonesia? Apa coba istimewanya mereka, sama-sama punya ‘buntut’ toch? Its doesn’t have to take all of medias or maybe all a genius to sees them has a ‘buntuts’ kan?

KAAAN?????

Kita kan butuh hiburaaaaannnnnnnnnn!!!!. Bioskop tuh serasa luxurious banget kalo tengah bulan gini, film 2012 yang katanya fenomenal karena mengangkat ramalan suku maya yang mana kiamat bakal terjadi di tahun 2012, belum dinonton ajah serasa udah kiamat duluan kalo acara ditivi itu-ituuuuu ajah tiap hari.

Huks huks huks (nangis beneran)

Shoes….My Shoes

Aouch

From every shoes that shown a footprint, and every footprints tell a story. A story thats say…

…I survived.

How yours ?

Satu Ingatan Tentang

Barusan beneran barusan. Berada dalam facebook dan nggak tahu kenapa tangannya pengen nyari-nyari kolom find a friends. Udah nemu, menuliskan nama lengkap seseorang lalu tekan enter. Melongo. Dan iya itu dia, si sosok lama dari cerita lama. http://acepaneh.blogspot.com/search/label/loves

Kok jadi tambah item ya ?, dari dulu juga item, emang. Tapi sekarang kok tambah item ya ?.

Kucek-kucek mata, merem-melek-merem-melek, menarik nafas dalam-dalam, kucek-kucek mata lagi. Memandangnya dalam-dalam sekali lagi dengan penuh harap.

Oh. My. Gods. Dia beneran tambah item *(

Terlalu setengah mateng kalo gua bilang “Udah melupakan dia sama sekali”. Ada ucapan-ucapan terimakasih yang belum tersampaikan, ada deretan-deretan kenangan berjajar yang belum (atau nggak mau) terlupakan, ada etc-etc yang belum terungkapkan. Atau something-something like that-lah, yang intinya, singkatnya, mengutip apa kata pak haji Jaja Miharja Bilang. “Cintaku kepada nyai tak seperti sabun mandi “. Set dah, norak kali gua yak ? *_*

Katanya ada masa, dimana seseorang itu terlalu lama menatap pada pintu yang telah ditutup oleh seseorang, sampai datang seseorang yang lain dan bilang “Mas,mas,mas. Ada pintu lain disana yang sedang terbuka”

Itulah dia. Seseorang itu. My blessing on my dinguise.

(Aduh, gua sampe jijay sendiri pas nulisnya, tapi ya mau gimana lagi ?) (Gak bisa menemukan yang lebih simpel, tapi lebih bagus dari ini)

Masih menatap ke profile fotonya di fb (dan masih gak percaya kalo dia tambah item secepat isu-isu global warming itu). Senyumannya masih manis, semanis madu. Ngeliat senyumannya itu, serasa pengen muncrat-muncratin sebotol parfum ke badan.

Dan tatapan matanya. Duh kok ya, tatapannya itu,….Kayak yang ngajak makan dan ngajak tidur secara bersamaan.

ARGGGGHHHH…..

Walaupun dan walaupun. Sekarang pas liatnya, perasaannya nggak kayak dulu lagi, nggak jadi marah-marah gak jelas. Hatinya lebih tenteram, lebih dingin kepalanya. Hatinya udah bisa berdamai dengan takdir, kepalanya udah bisa memahami apa yang Puthut EA bilang “Cinta Tak Pernah Tepat Waktu”.

(Pa kabar bu, baik ?. Kemarin sore hujan besar sekali yak bu ?, kebetulan saya lewat depan kantor mu. Kamu masih disana, atau udah resign ?. Ah, nggak tahu karena hujan atau karena saya melihat kantormu itu. Saya jadi ingat, semua-semua yang pernah kamu omongin dulu)

Woi..Woi..Woi..Inget dia udah punya laki sekarang.

(Oh, ya. Sampaikan salam saya kepada suami mu, dan karena sekarang Bandung kerasanya dingin sekali. Hati-hati dengan sinusitis-mu itu)

Btw, kenapa nggak berani nge-add fb-nya yah ? Ah sudahlah, yang penting mah udah dicatat dengan gagah berani gini (resiko tampak konyolnya gede kan?). Hehehehehe

(And I’ve been keeping all the letters that I wrote to you. Each one a line or two.“I’m fine baby, how are you?”. Well I would send them but I know that it’s just not enough. My words were cold and flat. And you deserve more than that)

(Home,Michael Buble)